LENGKAP! Ini Panduan Budidaya Ikan Nila di Kolam Terpal

4.5/5 (6)

Peluang Usaha Budidaya Ikan Nila

Apakah Anda tengah mencari peluang usaha paling menguntungkan?

Sebenarnya, banyak sekali peluang usaha yang dapat Anda coba.

Namun, tidak semua memberikan keuntungan seperti yang Anda harapkan.

Jika Anda menginginkan usaha modal minim antigagal dan untung besar maka budidaya ikan nila adalah pilihan terbaik.

Mengapa Demikian?

Karena usaha ternak ikan memiliki banyak kelebihan dibandingkan jenis usaha lain.

Di samping ikan lele, ikan nila merupakan jenis ikan yang paling disukai masyarakat Indonesia.

Dagingnya gurih dan lezat. Harganya pun terjangkau.

Tak hanya itu saja, ikan nila pun mudah untuk diolah dalam berbagai masakan.

Keunggulan Budidaya Ikan Nila

Sebenarnya, selain sejumlah alasan di atas, masih banyak keunggulan budidaya ikan nila.

Agar lebih jelas, simak kelebihan ternak ikan nila di bawah ini.

  • Modal Kecil

Banyak yang beranggapan bahwa usaha budidaya ikan nila mahal padahal kenyataannya tidak demikian.

Hanya dengan modal kecil saja, Anda sudah bisa memulai usaha ternak ikan nila.

Anda tak perlu ragu karena umumnya peternak ikan nila berhasil meraih omzet hingga jutaan rupiah setiap kali panen.

Bahkan tak sedikit yang sukses meraih ratusan juga rupiah dari ternak ikan nila.

  • Pangsa Pasar Luas

Pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa sebagian besar peternak ikan nila bisa mendapatkan keuntungan yang besar?

Hal ini tak lepas dari pangsa pasar ikan nila yang luas.

Sebagai salah satu ikan yang disukai masyarakat, permintaan ikan nila tidak pernah surut.

Malahan, di waktu tertentu, permintaan ikan nila melonjak drastis. Inilah mengapa ternak ikan nila sangat menguntungkan.

Ingat, semakin luas pangsa pasar maka semakin besar pula potensi keuntungan yang akan Anda dapatkan.

  • Benih Mudah Didapat

Salah satu hal yang paling disukai peternak ikan nila adalah mudahnya mendapatkan benih di pasaran.

Harganya bervariasi. Namun, semakin unggul benih ikan nila semakin mahal pula harganya.

Meski terasa sedikit memberatkan di awal usaha, tetapi hal ini justru akan menguntungkan Anda selama masa panen.

Sebab, benih ikan nila berkualitas tinggi sangat jarang terserang penyakit.

Alhasil, risiko kematian pun dapat ditekan semaksimal mungkin.

Tak hanya itu saja, harga jual ikan nila dari benih unggul jauh lebih mahal dibandingkan ikan nila biasa.

Hal ini terjadi lantaran dagingnya lebih tebal, gurih, dan lezat. Bobotnya pun lebih berat.

  • Jenis Ikan Nila Beragam

Di pasaran tersedia puluhan jenis ikan nila.

Setiap jenis memiliki keunggulannya masing-masing.

Namun, dari banyaknya jenis ikan nila, ada beberapa di antaranya yang paling diminati.

Adapun jenis ikan nila yang sangat direkomendasikan, antara lain sebagai berikut.

  • Ikan Nila Lokal

Sebenarnya, ikan nila lokal bukanlah asli Indonesia, melainkan dari Taiwan.

Meski begitu, ikan nila lokal dikembangkan di Todano, Sulawesi Utara baru kemudian menyebar ke seluruh daerah di Indonesia.

Ikan nila lokal merupakan jenis ikan yang paling umum dijumpai di pasaran.

  • Ikan Nila BEST

Ikan nila BEST merupakan hasil silang antara 4 jenis ikan, yakni ikan nila lokal, nila gift generasi ketiga dan keenam serta ikan nila tempeh.

BEST sendiri adalah singkatan dari Bogor Enhanced Strain Tilapia.

Ikan nila BEST tergolong jenis ikan yang paling disuka peternak.

Pasalnya, ikan ini hemat pakan dan cepat besar.

Tak hanya itu saja, ukuran benih ikan nila BEST lebih besar dan persentase kemungkinan hidup jauh lebih tinggi daripada jenis ikan nila lainnya.

  • Ikan Nila Merah GIFT

Ikan nila merah GIFT (Genetic Improvement of Farmed Tilapia) merupakan hasil silang antara 8 jenis ikan, yakni varietas ikan dari Ghana, Kenya, Singapura, Israel, Mesir, Thailand, Senegal, dan Taiwan.

Dibandingkan dengan ikan nila lokal, ikan nila merah GIFT lebih tahan penyakit, waktu produktifnya pun tergolong panjang, antara 1.5 hingga 2 tahun.

  • Ikan Nila Nirwana

Ikan yang memiliki nama lengkap nila Ras Wanayasa ini lebih dikenal dengan nama ikan nila Nirwana.

Ikan ini merupakan hasil persilangan dan rekayasa genetik dari dua jenis ikan, yakni ikan nila Gift dan nila GET Filipina.

Ikan nila Nirwana sangat disukai peternak ikan karena harga jualnya mahal, dagingnya pun lebih tebal.

Hal ini dikarenakan bobot ikan nila yang mencapai sekitar 650 gram per ekor.

Tak heran jika ikan nila Nirwana lebih cocok dijadikan sebagai bahan olahan, seperti fillet.

  • Ikan Nila Gesit

Jenis ikan nila lain yang tak kalah bagus adalah ikan nila Gesit.

Ikan ini sangat disuka peternak karena tidak bobotnya dapat mencapai lebih dari 500 gram dengan panjang 8 cm dalam waktu kurang dari 6 bulan.

Tak hanya itu saja, saat perkawainan berlangsung, ikan nila Gesit memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi untuk menghasilkan benih jantan. Bahkan persentasenya mencapai 98%.

  • Harga Jual Tinggi

Harga jual ikan nila termasuk tinggi dan sangat jarang mengalami penurunan.

Meskipun harga di masing-masing daerah berbeda, tetapi rata-rata harga yang dipatok per kilonya mencapai Rp25.000,00 – Rp30.000,00.

  • Keuntungan Besar

Dengan harga jual yang selalu stabil, Anda tidak perlu takut mengalami kerugian.

Justru sebaliknya, Anda akan tetap untung.

Bahkan di saat permintaan pasar meningkat, keuntungan yang Anda dapatkan bisa berkali lipat dari biasanya.

  • Pemasaran Mudah

Jika usaha lain memerlukan trik pemasaran yang cukup memusingkan, lain halnya dengan pemasaran ikan nila.

Saking mudahnya, Anda bisa menjual ikan nila di rumah hanya bermodalkan tulisan “Jual Ikan Nila Segar” atau banner dengan tulisan serupa.

Selain dijual sendiri, Anda bisa menjualnya pada pengecer, pengepul ikan, bekerja sama dengan warung makan, kafe, supermarket, ataupun jasa katering.

Jika Anda menginginkan keuntungan tambahan, Anda bisa menjualnya sendiri dalam bentuk matang.

Misalnya, Anda membuka tempat makan kecil di garasi rumah dengan menu aneka ikan nila.

Mulai dari nila goreng, nila bakar, nila asam manis, pedas manis, hingga sup ikan nila. Mudah, bukan?

Persiapan Ternak Ikan Nila Menggunakan Kolam Terpal

Bagi Anda yang tertarik untuk memulai usaha ternak ikan nila, gunakan metode kolam terpal.

Metode ini jauh lebih menguntungkan dan mudah diterapkan. Terutama bagi pemula yang ingin memelihara ikan nila di rumah.

Pasalnya, metode ini tidak membutuhkan banyak tempat dan hasilnya pun lebih maksimal.

Adapun langkah ternak ikan nila menggunakan kolam terpal, antara lain sebagai berikut.

  • Menyiapkan Kolam Terpal

Hal pertama yang wajib Anda lakukan adalah menyiapkan kolam terpal.

Anda memang bisa membuatnya sendiri, tetapi untuk menghemat waktu Anda bisa membeli jadi.

Cara ini akan meminimalkan kesalahan saat proses pembuatan, harganya pun lebih murah.

Untuk memaksimalkan hasil panen, sebaiknya gunakan kolam terpal persegi panjang.

Untuk ukuran kolam ikan nila 500 ekor, yakni panjang 2×3 meter dapat menghasilkan panen 100 hingga 200 kilogram ikan.

Sementara ukuran kolam ikan nila 1000 ekor, yakni 4×6 meter dapat menghasilkan panen 300 hingga 400 kilogram ikan.

Besaran panen bervariasi, tergantung jenis benih ikan yang dipilih.

Sesuaikan ukuran kolam ikan dengan kebutuhan Anda.

Jika Anda ingin usaha ternak ikan skala besar maka pastikan untuk menyiapkan ukuran kolam terpal lebih besar.

  • Menyiapkan Benih Ikan Nila

Langkah selanjutnya adalah menyiapkan benih ikan nila.

Pastikan benih yang Anda gunakan adalah benih unggul dengan ciri-ciri gerakan lincah, ukuran sama, aktif, dan tidak ada cacat.

  • Pengisian Air Kolam Terpal

Kedalaman terbaik untuk budidaya ikan nila adalah 100 cm hingga 120 cm dengan pH 7 atau pH 8.

Sementara suhu terbaik agar pertumbuhan optimal adalah 25 hingga 30 derajat celcius.

  • Penyebaran Benih

Sebelum penyebaran benih, taburkan probiotik lebih dulu untuk mempercepat proses pertumbuhan mikroorganisme.

Proses ini biasanya memakan waktu selama 7 hingga 10 hari.

Setelah mikroorganisme tumbuh sempurna, tebar benih ikan nila sesuai dengan kapasitas kolam.

  • Pemberian Pakan

Pemberian pakan baru dilakukan pada hari ketiga setiap pagi dan sore hari.

Hal ini dilakukan agar benih ikan menyantap mikroorganisme yang ada.

Sebaiknya selama pemberian pakan, tambahkan azolla atau vitamin ikan. Tujuannya untuk memaksimalkan proses pertumbuhan.

  • Perawatan Ikan Nila

Sebenarnya cara memelihara ikan nila tergolong mudah.

Cukup dengan memberikan pakan teratur sesuai dosis, beri vitamin, mengganti air kolam secara berkala, dan melakukan penyortiran ikan sesuai dengan ukurannya untuk mencegah risiko kematian dan kanibalisme.

  • Panen

Umumnya, waktu panen dapat dilakukan setelah 4 hingga 6 bulan pemeliharaan, tergantung jenis ikan nila.

Pakan berkualitas dan kondisi air yang bagus turut mempercepat proses panen.

Analisa Usaha Budidaya Ikan Nila

Agar Anda lebih yakin untuk menjalankan usaha budidaya ikan nila, simak analisa usaha berikut ini.

Biaya Operasional

Asumsi biaya kolam terpal 4×6 meter – Rp850.000,00

Benih ikan nila 1000 ekor – Rp700.000,00

Asumsi biaya lain-lain – Rp250.000,00

Pakan ikan nila 500 kg (Rp25.000,00 per 10 kilogram) – Rp625.000,00

Total Biaya – Rp2.425.000,00

Potensi Keuntungan

Setiap 1000 ekor terdapat 10% ikan nila yang tidak dapat dipanen.

Harga rata-rata ikan nila di pasaran adalah Rp25.000,00 per kilogram.

Setiap kilogram terdiri dari 2-3 ekor ikan nila.

Maka keuntungan yang bisa Anda dapatkan adalah 300 kilogram x Rp25.000 = RpRp7.500.000,00 – Rp2.425.000,00 = Rp5.075.000,00.

Bayangkan jika Anda memiliki 10 kolam ikan nila dengan masing-masing kolam terdiri dari 1000 ekor.

Maka keuntungan yang Anda dapatkan akan jauh lebih besar.

Terlebih jika Anda menggunakan bibit ikan yang mampu menghasilkan ikan ukuran besar, misalnya setiap kilogram hanya terdiri dari 2 ekor ikan 500 gram.

Analisa Usaha

Asumsi biaya kolam terpal 4×6 meter (10 unit) – Rp8.500.000,00

Benih ikan 10.000 ekor – Rp7000.000,00

Pakan ikan 5000 gram – Rp6.250.000,00

Biaya lain-lain – Rp250.000,00

Total Biaya – Rp22.000.000,00

Potensi keuntungan yang akan Anda dapatkan adalah 4500 kilogram x Rp25.000,00 = Rp112.500.000,00 – Rp22.000.000,00 = Rp890.500.000,00.

Semakin banyak kolam yang Anda milik maka semakin banyak keuntungan yang Anda dapatkan.

Meskipun Anda harus menunggu panen selama 4 hingga 6 bulan, tetapi dalam sekali panen keuntungan yang Anda raup cukup untuk menutupi biaya operasional.

Sementaranya sisanya dapat Anda gunakan untuk kebutuhan ataupun memperluas bisnis Anda.

Nah, itulah panduan budidaya ikan nila beserta cara merawat dan analisa usaha.

Nah, sudah siap menjadi jutawan?

Yuk, ternak ikan nila sekarang juga! Dijamin untung! Jangan lupa bagikan ya!

BANTU KAMI UNTUK MENJADI LEBIH BAIK. BERIKAN RATING PADA KAMI :

Close Menu